Senin, 12 Oktober 2015



Alarm Cerdas untuk Mengatasi Bencana Secara Lebih Cepat
(Oleh : Sariaman Siringo Ringo dan Rita Yuli Yanti)
 
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita tentu pernah melihat atau mendengar kabar tentang terjadinya bencana di suatu tempat. Bencana itu bisa beruapa gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, atau juga peristiwa kemalingan. Definisi bencana menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Disisin lain, Seperti yang dikutip dari web resmi BNPB, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.
a.       Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
b.      Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
c.       Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.
Kita tidak bisa menyangkal bahwa hampir setiap hari kita mendengar bencana di suatu tempat, baik bencana alam, bencana non alam, maupun bencana sosial. Letusan gunung api sinabung yang berada  kabupaten karo, Sumatera Utara adalah salah satu bencana alam yang masih terus terjadi. Disisi lain, kebakaran dan kemalingan adalah salah satu bencana non alam dan bencana sosial yang sering terjadi di sekitar kita. Penanggulangan bencana yang ada saat ini seakan masih belum mampu mengatasi bencana yang terjadi secara cepat. Untuk itu perlunya peran pemerintah dan masyarakat bersama-sama memikirkan cara untuk mengembangkan penanganan bencana yang lebih cepat.
Pada umumnya, ketika pada suatu rumah terjadi kebakaran, maka penunggu rumah akan panik sehingga mereka bingung mau minta bantuan kepada siapa. Disisi lain kebakaran bisa langsung membesar jika penunggu rumah harus pergi keluar rumah untuk meminta bantuan. Lalu bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini ? Hal serupa juga terjadi apabila pada suatu rumah sedang mengalami kemalingan. Anggap saja maling masih di dalam rumah untuk melakukan tindakannya, sedangkan penunggu rumah tidak berani melawan ataupun meminta tolong karena takut disergap oleh maling tersebut. Lalu, apa yang sebaiknya penunggu rumah lakukan ? Untuk menjawab kedua permasalah tersebut, maka dibutuhkannya suatu alat yang dapat menyampaikan informasi tentang suatu bencana ke masyarakat sekitar agar bantuan cepat datang. Berdasarkan permasalahan-persamalah tesebut, timbullah ide untuk mengembangkan suatu alat yang mampu memberikan informasi bencana secara cepat ke masyarakat sekitar agar diperoleh bantuan secara cepat pula. Alat tersebut adalah alarm cerdas.
Alarm cerdas adalah alarm yang mampu memberitahu informasi kepada masyarakat bahwa sedang terjadi sebuah bencana pada suatu tempat, seperti kebakaran dan kemalingan. Alat ini bisa dikatakan suatu system alarm yang dipasang pada setiap rumah. Sebagai contoh, kita memasang alarm cerdas pada suatu komplek perumahan. Artinya setiap rumah harus dipasang perangkat alarm, mulai dari tombol alarm, speaker dan layar penampil informasi bencana. Pada alarm cerdas terdapat 3 tombol yang menandakan jenis bencana yang akan diinformasikan. Tombol berwarna merah untuk menandakan bencana kebakaran, tombol warna hitam menandakan bencana kemalingan, dan tombol warna putih menandakan bencana lain yang mungkin bisa terjadi. Ketika salah satu rumah terjadi bencana, seperti kebakaran atau kemalingan, penunggu rumah hanya cukup menekan tombol alarm cerdas yang sudah dipasang di rumah dan dalam waktu singkat informasi mengenai terjadinya kebakaran atau kemalingan akan sampai kepada setiap rumah yang sudah di pasang alarm cerdas. Pada setiap rumah akan mendengar bunyi dari alarm cerdas dan akan mengetahui bencana apa yang sedang terjadi dengan melihat informasi yang tertera pada layar alarm cerdas. Jika bencana yang terjadi adalah kebakaran, maka pemilik rumuh cukup menekan tombol berwarna merah, sehingga di tempat lain layar alarm cerdas akan menampilkan informasi dalam bentuk tulisan yang menyatakan bahwa sedang terjadi kebakaran. Selain itu, pada layar juga akan tertera informasi mengenai lokasi rumah yang sedang mengalami kebakaran, seperti blok dan nomor rumah. Dengan informasi ini, masyarakat sekitar dapat segera member bantuan, baik dengan menelepon petugas pemadam kebakaran maupun langsung datang ke lokasi kebakaran.
            Dengan adanya alarm cerdas, kita dapat memperkecil dampak dari suatu bencana ataupun mengantisipasi bencana yang sedang terjadi. Dengan ide ini, diharapkan pemerintah mau mengembangkan alarm cerdas ini karena dilihat dari sisi kegunaan, alarm cerdas mampu menyampaikan informasi mengenai suatu bencana lebih cepat sehingga dampak bencana yang terjadi dapat diantisipasi.

Minggu, 07 Juni 2015

Lomba Penulisan Cerita Rakyat Tahun 2015

Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lomba Penulisan Cerita Rakyat. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas bercerita di kalangan masyarakat dalam rangka melindungi kekayaan budaya.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terdokumentasi cerita-cerita rakyat dan tertanam nilai-nilai budaya sehingga nilai-nilai tersebut teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Lomba dengan tema “Cerita Rakyat sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa”  berupa penulisan kembali cerita rakyat yang bersumber pada cerita rakyat Indonesia dengan versi penulis, baik dalam jenis mite, legenda, maupun dongeng. Lomba ini dibagi dalam dua kategori, yakni:
  1. Cerita rakyat untuk anak
  2. Cerita rakyat untuk umum

Rabu, 25 Juni 2014













Apa Itu Nuklir ?



Halo sobat generasi Edison ....
Kali ini saya mengepost tentang Nuklir. Tentu kita semua sudah pernah mendengar yang namanya Nuklir, tapi apakah kita semua benar-benar mengerti tentang Nuklir ? Ketika mendengar Nuklir, umumnya kita langsung memikirkan efek negatif Nuklir, seperti bahaya, banyak radiasinya, dan sebagainya. Maka dari itu, saya rasa info tentang Nuklir salah satu hal penting untuk diinfokan ke sahabat generasi Edison..

Apa itu Nulir  ??

Senin, 23 Juni 2014

Hukum Newton Beserta Beberapa Jenis Gaya



Hukum I Newton
Hukum ini sering juga disebut sebagai hukum inersia (kelembaman). Hukum I Newton berbunyi “Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap”.
Penerapannya :
  • Penumpang akan serasa terdorong kedepan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.
  • Koin yang berada di atas kertas di meja akan tetap disana ketika kertas ditarik secara cepat.
  • Ayunan bandul sederhana.
  • Pemakaian roda gila pada mesin mobil.
Hukum II Newton
Hukum ini berbunyi “Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya“
Penerapannya :
  • Mobil yang melaju dijalan raya akan mendapatkan percepatan yang sebanding dengan gaya dan berbading terbalik dengan massa mobil tersebut
Hukum III Newton
Hukum ini sering juga disebut dengan hukum aksi-reaksi. Hukum ini berbunyi “Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain maka benda yang di kenai gaya akan mengerjakan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang di terima dari benda pertama tetapi arahnya berlawanan”.
Ciri gaya aksi – reaksi :
·         besarnya sama.
·         arah berlawanan
·         bekerja pada benda yang berlainan.
Penerapannya:
  • Adanya gaya gravitasi
  • Peristiwa gaya magnet
  • Gaya listrik

Jumat, 20 Juni 2014

Media Pembelajaran Fisika




‘’ALAT PERAGA FISIKA SEDERHANA’’

Ilmu fisika sering kali mendapat pandangan negative dari para siswa karena setiap belajar fisika hanya bertemu dengan rumus-rumus yang menurut mereka membuat pusing. Tentu seharusnya sebagai guru yang intensionalitas, yang memikirkan yang terbaik untuk siswanya akan mencari jalan keluar untuk mengubah pandangan tersebut. Sesungguhnya, pembelajaran yang efektif seyogyanya menggunakan alat peraga. Namun kebanyakan sekolah masih merasakan akan kurangnya sarana dan prasarana tersebut. Alat Peraga masih cukup sulit didapatkan. Seandainya ada pun juga belum tentu sesuai dengan pokok bahasan yang sedang dibahas. Alat Peraga yang dibuat oleh guru sendiri mempunyai beberapa keuntangan, sebagai berikut:
  1. Guru dapat menggunakan alat peraga tersebut sesuai dengan yang mereka inginkan, sehingga penggunaan alat peraga lebih pas karena yang menggunakan adalah sipembuatnya sendiri.
  2. Sekolah tidak akan pernah kekurangan alat peraga karena guru dapat membuat sendiri dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya.
  3. Biaya untuk pengadaan alat peraga sangat murah.

Tokoh Penginspirasi



“Thomas alfa edison”
Dalam dunia fisika, banyak sekali ilmuwan-ilmuwan yang sangat terkenal dan sangat menginspirasi. Terkadang justru kita tak percaya akan masa lalu yang mereka alami sampai ia menjadi ilmuwan yang terkenal. Dengan mengetahui sejarah atau biografi ilmuwan, kita dapat memetik sebuah pesan hidup atau untuk menginspirasi kita agar tidak patah semangat dengan sebuah kekurangan yang kita miliki. Salah satu ilmuwan yang sangat menginspirasi, yaitu Thomas Alfa Edison.
Thomas Alfa Edison lahir di Milan, Ohio, AS, tanggal 11 Februari 1847 dari pasangan Samuel Odgen (ayah) dan Nancy Elliot (ibu). Namun, dia tumbuh besar di Port Huron, Michigan, sejak keluarganya pindah ke sana tahun 1854. Thomas Alfa Edison dibesarkan oleh pendidikan informal di dalam keluarga. Dalam hal ini, guru yang memberi inspirasi adalah ibunya sendiri, Nancy Elliot. Sebelumnya, Thomas Alfa Edison memang sempat mengeyam pendidikan formal seperti kebanyakan anak-anak lain. Namun, tiga bulan bersekolah, sang guru mengembalikan Alfa Edison beserta secarik surat. Di mana, inti surat tersebut berisi bahwa dia tak layak disekolahkan karena dianggap terlalu bodoh. Sejak itulah, ibunya yang berprofesi sebagai guru mendidik Thomas Alfa Edison.