Halo sobat generasi Edison
....
Kali ini saya mengepost
tentang Nuklir. Tentu kita semua sudah pernah mendengar yang namanya Nuklir, tapi
apakah kita semua benar-benar mengerti tentang Nuklir ? Ketika mendengar
Nuklir, umumnya kita langsung memikirkan efek negatif Nuklir, seperti bahaya,
banyak radiasinya, dan sebagainya. Maka dari itu, saya rasa info tentang
Nuklir salah satu hal penting untuk diinfokan ke sahabat generasi Edison..
Apa itu Nulir ??
Nuklir itu adalah suatu
tinjauan terhadap bagian atomik dari benda (tinjauan mikroskopik). .Kalo mau disederhanakan segala sesuatu yang berkaitan
dengan nuklir adalah behubungan dengan atom. Atom disebut sebagai bagian
terkecil dari suatu benda. meski atom terdiri atas proton, neutron dan elektron
(berarti atom masih termasuk besar) .
Nuklir adalah benda
yang masih "misterius" baru sedikit teknologi manusia yang mampu
menguak rahasia nuklir. Sebenarnya dengan logika sederhana kita bisa berpikir
bahwa setiap benda tersusun atas atom (nuklir) dengan kata lain kita bisa
merekayasa semua benda yang ada di bumi dengan merubah struktur atom(proton,
neutron, elektron), namun hal itu tidak semudah
membalik telapak tangan. Teknologi nuklir manusia
zaman sekarang lebih banyak berkaitan dengan energi melalui fusi (hidrogen)
atau fisi (uranium). Jadi paradigma bahwa nuklir adalah bom itu diakibatkan
banyaknya propaganda dan besarnya pemberitaan media yang berkaitan dengan
nuklir. Hal ini disebabkan teknologi nuklir yang kita miliki sudah cukup untuk
membuat benda (bom) yang memiliki daya ledak sangat besar. Hulu ledak nuklir
militer zaman sekarang tidak bisa lagi disamakan dengan zaman hiroshima-nagasaki.
Sekarang kemampuan bom nuklir yang dimiliki oleh berbagai
negara maju sudah sangat mengerikan. Bisa dipastikan bumi akan
hancur jika terjadi PD III (Perang nuklir). Kita hanya bisa berharap
hal itu tidak sampai terjadi.
Namun nuklir juga bisa
menjadi jawaban atas krisis energi yang terjadi di bumi
Istilah Nuklir ini kerap
menghadirkan kesan seram dalam kehidupan masyarakat kita. Belum genap
perseteruan Korut-Iran-USA yang bersikukuh untuk tetap mengembangkan
teknologinya, dilanjutkan dengan Pakistan yang mengaku berhasil mengembangkan
senjata berhulu ledak nuklir. Lalu bagaimana langkah nuklir di Indonesia, bahwa
yang dimiliki Indonesia sekarang ini, baru berupa tiga reaktor riset. Digunakan
untuk pendidikan dan kedokteran, dan belum bisa mewujudkan PLTN (pembangkit
listrik tenaga nuklir). Oleh karenanya, butuh dukungan dari masyarakat guna
merealisasikannya. PLTN itu tidak sama dengan bom. Reaksi
fisi berantai yang bisa dikendalikan, itu yang akan kita manfaatkan sebagai
PLTN. Dari energi menghasilkan panas, dan itu bisa membuat uap yang akan
bertugas menggerakkan turbin
PLTN dan Keuntungannya
Reaksi semacam inilah yang terdapat dalam PLTN, reaksi
ini dilakukan di dalam sebuah reaktor yang di desain sedemikian rupa, dan
reaksi yang dilakukanpun penuh dengan perhitungan – perhitungan tinggi dan
mempertimbangkan setiap kemungkinan. Apakah keuntungan PLTN dibandingkan sumber
energi alternatif lainnya? PLTN adalah energi yang ramah lingkungan tentunya
apabila di bandingkan dengan bahan bakar fosil. Energi Nuklir yang merupakan
alternatif dari energi fosil tidak mencemari udara. PLTN tidak menghasilkan
karbondioksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, tidak seperti energi lainnya
seperti batu bara, gas, dan minyak bumi yang menghasilkan produk sisa. Semua
produk sisa ini tidak hanya berbahaya bagi manusia, tapi juga bagi lingkungan.
Karbondioksida adalah gas rumah kaca yang ikut memberikan andil terhadap
pemanasan global dan penipisan lapisan ozon. Sulfur dioksida bisa menyebabkan
iritasi paru – paru sedangkan nitrogen oksida dapat menyebabkan exasperate
asthmatic conditions. Nitrogen Oksida juga dapat menyebabkan hujan
asam yang berbahaya bagi lingkungan ketika gas ini berada di atmosfir.
Sebagai tambahan PLTU Batubara dengan kapasitas 1.000MWe
ternyata menimbulkan radiasi ke lingkungan 100 kali lebih besar dibanding PLTN
dengan daya yang sama dan patut diketahui bila pembakaran batubara diseluruh
dunia telah menghasilkan limbah radioaktif Uranium dan Thorium sebesar 37.000
ton setiap tahunnya, dimana 7.300 ton diantaranya berasal dari PLTU di Amerika
Serikat. Desain PLTU pun- tidak seperti PLTN – tidak dirancang untuk menangani
limbah radioaktif semacam ini :(
Tidak seperti PLTU – meskipun PLTN juga menghasilkan
limbah, namun limbah ini ditangani dengan baik dan tidak dibuang ke lingkungan
sehingga tidak menimbulkan ancaman bagi lingkungan. Limbah radioaktif yang
dihasilkan PLTN terdiri dari dua jenis yaitu limbah tingkat tinggi dan limbah
tingkat rendah. Untuk Limbah tingkat tinggi, limbah ini dapat dapat digunakan
kembali untuk bahan bakar PLTN sehingga mampu untuk membangkitkan listrik.
Energi Nuklir adalah energi yang murah untuk dihasilkan,
ini membuatnya menjadi energi alternatif yang luar biasa. Bisa dibayangkan,
satu gram uranium saja mampu menghasilkan energi listrik yang setara dengan
satu ton batu bara. Mungkin biaya yang relatif mahal dalam energi nuklir adalah
dalam hal konstruksi dari PLTN. Namun ketika PLTN sudah dibangun maka dapat
dirasakan bahwa ternyata PLTN merupakan pembangkit listrik yang paling ekonomis.
Ini dikarenakan biaya pengoperasian dan bahan bakarnya jauh lebih murah
dibandingkan dengan biaya sumber energi lainnya.
Begitulah Nuklir, karena ketidaktahuan kita ditambah
dengan berita – berita miring seputarnya membuat kita menyalahpahami apa itu
Nuklir. Sesungguhnya dengan keadaan sekarang ini, sudah seharusnya negara kita menggunakan Nuklir dan sudah saatnya kita membuka mata kita untuk melihat sisi positif dari Nuklir. Suatu saat nanti kita harus siap, dimana kita harus menggunakan energi Nuklir. Ok,, sampai sini saya yakin sahabat generasi edison sudah lebih mengerti apa itu Nuklir.. OKKK :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar