Rabu, 25 Juni 2014

Apa Itu Nuklir ?



Halo sobat generasi Edison ....
Kali ini saya mengepost tentang Nuklir. Tentu kita semua sudah pernah mendengar yang namanya Nuklir, tapi apakah kita semua benar-benar mengerti tentang Nuklir ? Ketika mendengar Nuklir, umumnya kita langsung memikirkan efek negatif Nuklir, seperti bahaya, banyak radiasinya, dan sebagainya. Maka dari itu, saya rasa info tentang Nuklir salah satu hal penting untuk diinfokan ke sahabat generasi Edison..

Apa itu Nulir  ??


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja1XLyuZ5EPTUQxY5CQboHDDXkJszKnoWworKtGv7zCfGEqnfEUUTmTXQOH2HOLMs0B1n-L0j3rx1eBPFHOP6rC_qsRts1XtWDEjFR6MuLldTxYQl40owK8TbXGqyAeI1kkPBHajllmSP1/s400/nuclear.jpeg

Nuklir itu adalah suatu tinjauan terhadap bagian atomik dari benda (tinjauan mikroskopik). .Kalo mau disederhanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan nuklir adalah behubungan dengan atom. Atom disebut sebagai bagian terkecil dari suatu benda. meski atom terdiri atas proton, neutron dan elektron (berarti atom masih termasuk besar) .

Nuklir adalah  benda yang masih "misterius" baru sedikit teknologi manusia yang mampu menguak rahasia nuklir. Sebenarnya dengan logika sederhana kita bisa berpikir bahwa setiap benda tersusun atas atom (nuklir) dengan kata lain kita bisa merekayasa semua benda yang ada di bumi dengan merubah struktur atom(proton, neutron, elektron), namun hal itu tidak semudah membalik telapak tangan. Teknologi nuklir manusia zaman sekarang lebih banyak berkaitan dengan energi melalui fusi (hidrogen) atau fisi (uranium). Jadi paradigma bahwa nuklir adalah bom itu diakibatkan banyaknya propaganda dan besarnya pemberitaan media yang berkaitan dengan nuklir. Hal ini disebabkan teknologi nuklir yang kita miliki sudah cukup untuk membuat benda (bom) yang memiliki daya ledak sangat besar. Hulu ledak nuklir militer zaman sekarang tidak bisa lagi disamakan dengan zaman hiroshima-nagasaki. Sekarang kemampuan bom nuklir yang dimiliki oleh berbagai negara maju sudah sangat mengerikan. Bisa dipastikan bumi akan hancur jika terjadi PD III (Perang nuklir). Kita hanya bisa berharap hal itu tidak sampai terjadi. 

Namun nuklir juga bisa menjadi jawaban atas krisis energi yang terjadi di bumi

Istilah Nuklir ini kerap menghadirkan kesan seram dalam kehidupan masyarakat kita. Belum genap perseteruan Korut-Iran-USA yang bersikukuh untuk tetap mengembangkan teknologinya, dilanjutkan dengan Pakistan yang mengaku berhasil mengembangkan senjata berhulu ledak nuklir. Lalu bagaimana langkah nuklir di Indonesia, bahwa yang dimiliki Indonesia sekarang ini, baru berupa tiga reaktor riset. Digunakan untuk pendidikan dan kedokteran, dan belum bisa mewujudkan PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir). Oleh karenanya, butuh dukungan dari masyarakat guna merealisasikannya. PLTN itu tidak sama dengan bom. Reaksi fisi berantai yang bisa dikendalikan, itu yang akan kita manfaatkan sebagai PLTN. Dari energi menghasilkan panas, dan itu bisa membuat uap yang akan bertugas menggerakkan turbin

PLTN dan Keuntungannya

Reaksi semacam inilah yang terdapat dalam PLTN, reaksi ini dilakukan di dalam sebuah reaktor yang di desain sedemikian rupa, dan reaksi yang dilakukanpun penuh dengan perhitungan – perhitungan tinggi dan mempertimbangkan setiap kemungkinan. Apakah keuntungan PLTN dibandingkan sumber energi alternatif lainnya? PLTN adalah energi yang ramah lingkungan tentunya apabila di bandingkan dengan bahan bakar fosil. Energi Nuklir yang merupakan alternatif dari energi fosil tidak mencemari udara. PLTN tidak menghasilkan karbondioksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, tidak seperti energi lainnya seperti batu bara, gas, dan minyak bumi yang menghasilkan produk sisa. Semua produk sisa ini tidak hanya berbahaya bagi manusia, tapi juga bagi lingkungan. Karbondioksida adalah gas rumah kaca yang ikut memberikan andil terhadap pemanasan global dan penipisan lapisan ozon. Sulfur dioksida bisa menyebabkan iritasi paru – paru sedangkan nitrogen oksida dapat menyebabkan exasperate asthmatic conditions. Nitrogen Oksida juga dapat menyebabkan hujan asam yang berbahaya bagi lingkungan ketika gas ini berada di atmosfir.

Sebagai tambahan PLTU Batubara dengan kapasitas 1.000MWe ternyata menimbulkan radiasi ke lingkungan 100 kali lebih besar dibanding PLTN dengan daya yang sama dan patut diketahui bila pembakaran batubara diseluruh dunia telah menghasilkan limbah radioaktif Uranium dan Thorium sebesar 37.000 ton setiap tahunnya, dimana 7.300 ton diantaranya berasal dari PLTU di Amerika Serikat. Desain PLTU pun- tidak seperti PLTN – tidak dirancang untuk menangani limbah radioaktif semacam ini :(

Tidak seperti PLTU – meskipun PLTN juga menghasilkan limbah, namun limbah ini ditangani dengan baik dan tidak dibuang ke lingkungan sehingga tidak menimbulkan ancaman bagi lingkungan. Limbah radioaktif yang dihasilkan PLTN terdiri dari dua jenis yaitu limbah tingkat tinggi dan limbah tingkat rendah. Untuk Limbah tingkat tinggi, limbah ini dapat dapat digunakan kembali untuk bahan bakar PLTN sehingga mampu untuk membangkitkan listrik.

Energi Nuklir adalah energi yang murah untuk dihasilkan, ini membuatnya menjadi energi alternatif yang luar biasa. Bisa dibayangkan, satu gram uranium saja mampu menghasilkan energi listrik yang setara dengan satu ton batu bara. Mungkin biaya yang relatif mahal dalam energi nuklir adalah dalam hal konstruksi dari PLTN. Namun ketika PLTN sudah dibangun maka dapat dirasakan bahwa ternyata PLTN merupakan pembangkit listrik yang paling ekonomis. Ini dikarenakan biaya pengoperasian dan bahan bakarnya jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya sumber energi lainnya.

Begitulah Nuklir, karena ketidaktahuan kita ditambah dengan berita – berita miring seputarnya membuat kita menyalahpahami apa itu Nuklir. Sesungguhnya dengan keadaan sekarang ini, sudah seharusnya negara kita menggunakan Nuklir dan sudah saatnya kita membuka mata kita untuk melihat sisi positif dari Nuklir. Suatu saat nanti kita harus siap, dimana kita harus menggunakan energi Nuklir.  Ok,, sampai sini saya yakin sahabat generasi edison sudah lebih mengerti apa itu Nuklir.. OKKK :)
 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar